Selamat Datang Tahun Ajaran Baru!

TALiburan akhir tahun ajaran 2012/2013 sudah berlalu. Pasti kalian sudah memanfaatkan libur panjang itu dengan baik. Setidaknya dengan berlibur telah menghilangkan kepenatan pikiran selama belajar di bangku sekolah. Ada juga yang hanya mengisi liburan sekolah sekadar santai di rumah atau nongkrong bareng teman. Pasti banyak sudah yang dilakukan para pelajar kita dalam mengisi liburan panjang itu.

Tak ada pesta yang tak usai. Tak ada sesuatu yang dimulai dan tak berakhir. Segalanya akan kembali. Sama seperti liburan panjang yang sudah dilalui. Tahun ajaran baru akan segera menyapa kita kembali dengan aktivitas belajar dengan tingkatan pendidikan yang pasti beda. Apalagi pemerintah tahun ini berencana mulai menerapkan kurikulum baru untuk tahun ajaran 2013/2014. Kira-kira bagaimana ya pendalaman materi pelajaran yang disesuaikan dengan kurikulum baru? Dan sedikit bocoran yang penulis tahu Kurikulum 2013 nantinya tidak hanya bersifat kognitif atau hafalan saja, tapi juga mementingkan sikap dan ketrampilan para siswa. Dan ada penyederhanaan beberapa mata pelajaran dengan alasan untuk menyesuaikan pola berpikir setiap siswa.

Diterapkannya kurikulum baru di tahun ajaran 2013/2014 pasti menimbulkan pro dan kontra dari kalangan guru dan siswa. Jika benar ada pelajaran yang disederhanakan dan disesuaikan dengan pola berpikir setiap siswa, pasti banyak siswa yang setuju. Tapi bagaimana jika ada poin lain yang kesannya memberatkan bagi rekan guru dan siswa? Pasti banyak yang menolak diterapkannya kurikulum baru. Kita semua masih menanti keputusan nyata tentang kurikulum baru. Mudah-mudahan kurikulum baru tersebut banyak memberikan manfaat dan tak merugikan siswa dan guru.

Memasuki tahun ajaran baru, berbagai persiapan dan kesibukan mulai terlihat. Bagi pelajar baru yang akan memasuki tingkatan pendidikan di SMP atau SMA, akan sibuk belanja buku, alat tulis, dan seragam baru untuk jenjang pendidikan mereka. Kadang ada juga sekolah yang menentukan batasan panjang seragam yang wajib dipakai. Terlebih untuk pakaian kaum cewek dengan rok yang tidak terlalu tipis dan pendek. Bagi pelajar lain yang naik kelas, paling kesibukan mereka, ya belanja buku dan peralatan menulis.

Tak sedikit sesungguhnya kaum pelajar kita sudah tak sabar ingin secepatnya kembali masuk sekolah setelah menjalani liburan akhir tahun ajaran. Rindu dengan suasana sekolah apalagi tingkatan pendidikan yang sudah nampak setingkat lebih tinggi. Ingin tahu berapa banyak anak baru yang mendaftar. Rindu berbagi cerita dan gosip terbaru selama liburan dengan teman-teman.

Tak sedikit juga mereka yang mengeluh dan merasa terlalu cepat liburan itu berlalu. Padahal kalau mau dihitung-hitung sejak menjalani ujian sampai menjelang pembagian rapor atau menerima hasil kelulusan, jarak waktunya sudah cukup lama dan itu sudah masuk kategori liburan panjang. Meski sesekali para siswa diminta hadir untuk beberapa keperluan seperti pengambilan hasil kelulusan, mengurus pendaftaran masuk sekolah ke tingkatan yang lebih tinggi sesuai dengan keinginan.

Namun tak sedikit juga mereka yang termasuk siswa atau pendatang baru di sebuah lingkungan sekolah yang baru merasa was-was. Maklum, mereka belum mengetahui lingkungan tempat mereka menimba ilmu. Mereka harus rajin beradaptasi, melakukan pendekatan dengan murid di sekolah itu agar tahu banyak lingkungan mereka yang baru itu. Terlebih saat mencari kelas mereka.

Sambutan yang siswa baru dapatkan dari murid-murid lama itu kadang menjengkelkan. Tapi banyak juga yang menyambut hangat kehadiran kita sebagai anak baru. Malah mereka ada yang siap membantu kala kita memerlukan bantuan mereka. Apalagi sekadar mencari lokal kelas mereka yang baru sampai urusan mencari kantor mangkal para guru guna menyelesaikan beberapa urusan dadakan.

Bagi mereka yang merupakan anak baru sebelum resmi mengenyam pendidikan di tingkat SMP atau SMA, mereka biasa diberi pembekalan untuk mengenal lingkungan pendidikan lewat sebuah orientasi yang akrab disebut MOS (Masa Orientasi Sekolah). MOS sering juga disebut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Ini merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan siswa baru. Ini dijumpai hampir di setiap sekolah mulai dari SMP dan SMA sampai Perguruan Tinggi. Tak pandang negeri atau swasta, semua menggunakan cara ini untuk mengenalkan almameter kepada siswa barunya.

MOS dijadikan ajang untuk melatih ketahanan diri, disiplin dan mempererat tali persaudaraan. MOS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah. Materi yang diujikan seperti Wawasan Wiyata Mandala, cara belajar yang baik, pengenalan lingkungan sekolah (termasuk di dalamnya menguji kesabaran kita atas sejumlah dandanan konyol yang wajib kita jalani).

Ingat MOS, penulis jadi ingat pada zaman penulis masih sekolah. Waktu itu namanya Penataran P4 yang juga di dalamnya ada materi pelajaran seperti Wiyata Mandala sampai rumusan Pancasila lengkap dengan cara kita menghayati, mengamalkan dan menjalankannya. Dan jika penulis bandingkan seperti Penataran P4 itu jauh lebih pantas diterapkan di tengah kehidupan masyarakat dan kaum remaja kita yang jujur sendi-sendi bermoral mereka sudah mulai terkikis oleh zaman dan peradaban yang terus berkembang. Ada pihak tertentu yang kurang sependapat dan menganggap Penataran P4 hanya produk masa Orde Baru yang tidak pantas dijalankan lagi. Ini jelas anggapan keliru karena nilai dan arti Penataran P4 itu justru mengangkat norma, moral bangsa dan etika keseharian yang wajib ada dalam diri setiap individu. Setidaknya bagi remaja masa kini yang jujur kadang tatakrama dari mereka sudah kian berkurang. Dan ini juga salah satu pilar dan empat pilar kebangsaan yang wajib terus diperjuangkan.

Pembekalan dalam bentuk orientasi seperti MOS sebenarnya juga punya kandungan dan nilai positif bagi siswa dalam mengenal lingkungan sekolah. Cuma kadang pelaksanaan MOS itu membuat siswa baru merasa seolah “dipermalukan.” Terlebih apa yang diperintahkan oleh para senior mereka harus dengan mengenakan berbagai atribut seperti topi kerucut atau topi dan dandanan yang aneh-aneh lainnya. Belum lagi mereka harus menerima perintah ini-itu dari kakak-kakak kelas yang kejam-kejam. Jelas-jelas dapat perlakuan seperti itu rasanya jengkel sekali. Tapi karena ini pembekalan yang wajib dijalani, mau tak mau harus dilaksanakan dengan sabar. Toh semua nantinya akan kembali seperti semula. Sang kakak kelas yang kemarin memerintah ini-itu, mengharuskan kita begini-begitu setelah usai MOS juga akan jadi kakak kelas yang baik. Terlebih jika kita sudah berhasil melewati semua ujian dalam MOS. Berarti juga kita sudah resmi menjadi keluarga besar dari sekolah yang baru tersebut. Langkah selanjutnya kita akan segera memulai belajar.

Mari kita isi dan sikapi tahun ajaran baru dengan semangat belajar yang lebih besar. Apalagi sudah beda tingkat pendidikan yang diperoleh. Meningkatnya jenjang pendidikan juga harus meningkatkan pola pemikiran kita. Pemikiran anak SD beda dengan anak SMP. Materi pelajarannya saja sudah beda. Apalagi pelajar SMA. Jangan pikir mentang-mentang sudah menjadi anak SMA bisa merasa sombong dan suka mengatur adik kelas. Sebagai tingkatan pendidikan yang lebih tinggi, kalian punya tanggung jawab besar buat adik-adik kelas kalian di bangku SD dan SMP. Harusnya kalian tunjukkan contoh dan teladan buat mereka.

Akhirnya, selamat kembali mengisi hari-hari kalian di tahun ajaran baru dengan pelajaran dan prestasi. Juga selamat menghadapi kurikulum baru. Kalian harus tetap membuat rencana dan tahapan yang ingin kalian lalui dengan tekad belajar lebih giat karena semakin tinggi pendidikan kalian, semakin besar tantangan yang akan kalian lalui. Selamat menyongsong tahun ajaran baru! (rn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: