UN dan SNMPTN, Bak Langit dan Bumi….

Jakarta – Upaya pemerintah agar Ujian Nasional (UN) SMA/SMK/MA tetap bisa terintegrasi dengan seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SMPTN) dinilai tidak relevan. Hasil UN dan SNMPTN merupakan dua hal yang berbeda.
Nilai UN merupakan hasil studi pada tingkat pendidikan sebelumnya, sedangkan SNMPTN melihat karakter siswa untuk melanjutkan perguruan tinggi.
— Suparman

Demikian diungkapkan Ketua Umum Forum Guru Independen Indonesia (FGII) Suparman di Jakarta, Selasa (24/11/2010). Meskipun UN bisa dijadikan acuan SMPTN, kata Suparman, alangkah baik dan sempurnanya jika SMPTN tetapi dilakukan sendiri lagi.

“Nilai UN merupakan hasil studi atau penilaian akademis pada tingkat pendidikan sebelumnya, sedangkan SNMPTN melihat karakter siswa, dari situ bisa dilihat minat dan bakat siswa memenuhi kriteria melanjutkan ke perguruan tinggi yang bersangkutan atau tidak,” kata Suparman.

Suparman menambahkan, UN bisa saja dijadikan acuan SNMPTN, tetapi tidak bisa multak. Jika ingin dibuat mutlak, nilai UN harus bersifat komprehensif, yang bisa memperlihatkan karakter anak.

“Jangan sampai ada banyak kebocoran di dalamnya,” imbuh Suparman.

Dia menambahkan, di sisi lain PTN hendaknya juga meminta penilaian siswa secara keseluruhan pada tingkat SMA, termasuk portfolio siswa. Penyaringan siswa, lanjut dia, lebih cocok jika seperti yang ada pada PMDK (Penelusuran Minat, Bakat dan Kemampuan).

“Semua anak berhak ikut seleksi masuk, tetapi tidak semua bidang, untuk itu perlu diadakan juga PMDK,” pungkas Suparman. (Kompas)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: