Pengumuman UN 2010 di Sumut, 9.844 atau 5,26 Persen Tidak Lulus

MEDAN-Sebanyak 9.844 atau 5,26 persen siswa SMA sederajat di Sumut dari 186.845 siswa yang mengikuti ujian nasional (UN) beberapa waktu lalu dinyatakan tidak lulus UN. Untuk Kota Medan ada 1.940 siswa terdiri dari SMA jurusan IPA 158 siswa, jurusan IPS 427 siswa, SMK 1.308 siswa serta Madrasyah Aliyah (MA) 47 siswa.

Ketua Panitia UN Sumut 2010, Dwi Anang Wibowo kemarin (24/4), usai menggelar pertemuan dengan seluruh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten/kota se-Sumut sudah membagikan hasil pengumuman kepada masing-masing kepala disdik kabupaten/kota.

Bagi siswa yang tidak lulus akan diberikan kesempatan mengikuti ujian ulang yang akan digelar pada 10-14 Mei 2010 mendatang. “Jumlah tersebut dibagi dalam beberapa jurusan yakni untuk SMA/MA jurusan Bahasa dari 231 siswa yang mengikuti UN terdapat 17 siswa diantaranya dinyatakan tidak lulus,” kata Anang.

Anang mengatakan, dalam tingkat SMA/MA masih terbagi dalam jurusan IPA dan IPS. IPA terdapat 1.788 siswa tidak lulus dari 63.566 peserta, sedangkan untuk IPS terdapat 2.991 siswa tidak lulus dari 59.014 siswa. “Untuk MA sendiri masih terdapat jurusan agama dengan jumlah peserta UN sebanyak 174 dan yang lulus hanya 170 atau 4 siswa dinyatakan gagal,” tuturnya

Lebih lanjut Anang mengatakan, untuk tingkat SMK masih memiliki predikat tingkat ketidak kelulusan yang cukup tinggi. “Dari 63.860 peserta UN SMK terdapat 5.044 siswa yang tidak lulus, sedangkan untuk SMA siswa yang tidak lulus sebesar 3.436 dan MA sebanyak 1.364,” paparnya.

Anang menambahkan, data kelulusan akan diumumkan oleh pihak sekolah pada Senin (26/4) pukul 15.00 WIB di masing-masing sekolah. “Siswa dapat melihatnya di sekolah masing-masing dan instruksi konseling yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) untuk mengatasi siswa yang stres diserahkan kepada disdik kabupaten/kota,” ujarnya.

Anang juga mengimbau, kepada siswa yang tak lulus tidak perlu khawatir karena siswa masih bisa memperbaikinya pada ujian ulang pada 10-14 Mei mendatang. “Kami berharap agar siswa dan orangtua jangan begitu khawatir berlebihan. Siswa juga harus lebih mempersiapkan diri untuk mengikuti UN ulang dan hendaknya kesempatan ini jangan disia-siakan,” tegasnya.

Sementara itu, untuk tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA/MA dan SMK secara nasional menurun. Sebanyak 154.079 peserta dinyatakan tak lulus. Meski telah diberikan kesempatan untuk UN susulan. Ribuan siswa tersebut tetap masih memiliki kesempatan untuk mengikuti UN ulangan.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Muhammad Nuh mengatakan, jumlah kelulusan tahun ini turun empat persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya tingkat kelulusan mencapai 93,4 persen, maka tahun ini hanya 89,88 persen siswa yang dinyatakan lulus. “Ini bukti bahwa tingkat kejujuran yang semakin tinggi,” ujarnya.

Dari total peserta UN tingkat SMA sebanyak 1.522.162 orang. Lebih dari sepuluh persen diantaranya tidak lulus. Kata Nuh, pengawasan ketat yang melibatkan pengawas independen dan pernyataan dengan fakta kejujuran. “Bukan berarti tahun lalu tidak diawasi ketat,” terangnya.

Di Gorontalo, misalnya, tahun lalu kelulusan di daerah itu mencapai 90 persen, tahun ini hanya 53 persen. Selain Gorontalo, kata Nuh, ada beberapa daerah yang juga mengalami tingkat penurunan kelulusan drastis. Yakni NTT, Kalimantan tengah, Maluku Utara, Sulawesi tenggara dan Kalimantan Timur.

Rencananya, lanjut Nuh, Kemendiknas akan memetakan permasalahan di sekolah tersebut. “Apa dan bagaimana meningkatkan kelulusan. Tiap sekolah memiliki permasalahan yang berbeda,” tandasnya.

Nuh menjelaskan, meski masih banyak yang tidak lulus. Kemendiknas memberikan kesempatan seluruh siswa yang tidak lulus untuk mengerjakan UN kembali pada 10 hingga 14 Mei mendatang. “Mata pelajaran yang diuji dan waktu sama dengan UN sebelumnya,” papar Nuh.

Dia pun mendorong agar siswa yang tidak lulus UN tak berkecil hati. Bahkan dia meminta agar semua sekolah yang merasa siswanya gagal pada UN, diharapkan segera memberikan pelajaran tambahan pada mata pelajaran yang akan diujikan. “Masih ada waktu untuk membahas latihan soal UN di sekolah-sekolah,” tuturnya.

Jika pada UN ulangan nanti, lanjut Nuh, masih ada siswa yang tidak lulus. Masih ada kesempatan lagi untuk mengikuti UN kesetaraan paket C pada 22 Juni mendatang. “Dan akan tetap ada kesempatan buat mereka untuk terus belajar dan berusaha,” tambahnya. (Sumut Pos/saz/nuq/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: