Pemerintah Jangan Ngotot Gelar UN

Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi pemerintah soal ujian nasional (UN). Meski disebutkan tidak ada larangan menggelar UN tapi disebutkan jelas harus ada perbaikan sistem pendidikan. Pemerintah harus melihat alasan tersebut.

“Jangan ngotot, para pemimpin harus berjiwa keteladanan. Masih banyak ketimpangan dalam kualitas guru dan sarana,” jelas Ketua Komnas Anak Seto Mulyadi melalui telepon, Rabu (2/12).

Bila UN tetap digelar, artinya pemerintah tidak mengakui kebenaran yang terjadi dalam dunia pendidikan.

“Selama standar guru belum sama, proses belajar belum sama, bagaimana pada anak bisa dilakukan ujian dengan standar yang sama,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Kak Seto ini menyarankan agar Depdiknas mengundang para pakar pendidikan, orang tua guru, serta para guru.

“Agar keputusan bisa dilakukan dengan jernih. Kelulusan bukan hanya dengan UN, tapi yang penting adalah proses belajar yang dilakukan,” tutupnya.

Tak Lulus UN 2009 Bisa Mengulang di 2010

Pemerintah menjanjikan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2009-2010 yang jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah siswa yang tidak memenuhi standar UN 2009 bisa mengulang pada UN 2010.

“Yang paling signifikan ada UN ulangan bagi peserta didik yang belum memenuhi syarat lulus,” jawab Mendiknas M. Nuh yang dicegat usai rapat dengar pendapat dengan DPD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12).

Lebih menarik lagi fasilitas UN ulangan ini ternyata bukan hanya bagi peserta didik tahun ajaran 2009-2010 yang merupakan calon peserta UN tahun depan. Solusi untuk mendapatkan ijazah formal ini juga terbuka bagi peserta pendidikan formal tahun ajaran 2008-2009 yang gagal dalam UN baru lalu.

“Kalau sebelumnya mereka harus menempuh ujian kesetaraan, maka untuk 2010 bisa ikuti UN bagi yang belum lulus,” jelas Nuh.

Fasilitas lain yang Depdiknas siapkan untuk UN yang lebih baik dan kredibel adalah UN susulan. “Ini bagi peserta didik yang berhalangan saat UN digelar,” sambung menteri yang setiap Jumat menyempatkan berkeliling ke berbagai masjid untuk menjadi khotib salat Jumat ini.

Mendiknas: MA Tidak Melarang Pelaksanaan UN

Di dalam amar putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) tidak ada pernyataan yang melarang pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Maka pelaksanaan UN untuk menentukan kelulusan peserta didik tahun ajaran 2009-2010 bukan berarti pemerintah menolak putusan MA.

“Pemerintah tidak dalam kapasitas menolak putusan MA. Tapi karena tidak ada satu kata pun baik dalam putusan PN, PT dan MA yang menyarankan UN dilarang,” jelas Mendiknas M. Nuh.

Mekanisme UN memang bukan satu-satunya jalan untuk menentukan kelulusan peserta didik. Tetapi Mendiknas mengingatkan hasil UN lebih sekadar menentukan lulus dan tidaknya peserta didik dari jenjang saat ini ke jenjang lebih tinggi, tetapi yang lebih penting adalah pemetaan mutu pendidikan.

“Atas dasar itu terus memperdebatkan pelaksanaan UN dalam konteks perlu atau tidak, menjadi bias dan hanya menghabiskan waktu saja,” sambung Nuh.

Menurut mantan rektor ITS ini, isu paling mendasar adalah bagaimana menciptakan UN yang kredibel dengan melakukan penyempurnaan terhadap sistem yang selama ini digunakan. “Kami siap melaksanakan UN yang kredibel,” pungkasnya. (SIB/detikcom/f)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: