Mendiknas di Medan

Medan – Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan, sistem pendidikan harus inovatif dan kreatif. Untuk itu, pihaknya mendukung penuh upaya Pemprovsu memandirikan siswa didik pasca lulus dari sekolah.
“Terobosan dan kebijakan Gubsu Syamsul Arifin dalam menjawab isu pendidikan strategis di daerahnya dengan progres menjadikan siswa didik lebih mandiri setelah lulus sekolah, sangat patut didukung. Karena, pola dan sistem seperti inilah yang sebenarnya bisa menjadikan mutu dan kualitas pendidikan nasional ke depan lebih berbobot,” ucap Bambang pada Seminar Isu Pendidikan Strategis Pemprovsu bertempat di Novotel Soechi Medan, Kamis (6/8).
Menurut Bambang pada seminar yang dihadiri Gubsu Syamsul Arifin, Pj Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Kadis Pendidikan Sumut Bachrumsyah, dan para pejabat perwakilan Disdik se Sumut itu, paradigma pendidikan nasional ke depan mengemas empat isu strategis.
Yakni, pendidikan inklusif yang mengandung arti bahwa pendidikan untuk semua, tanpa terkecuali. Kemudian pembelajaran sepanjang hayat yang berpusat pada peserta didik, pendidikan yang menjadi rahmat bagi semesta alam, serta pendidikan inovatif, dan kreatif.
“Dari empat paradigma pendidikan nasional ke depan itu, Sumut hampir mengakomodir seluruhnya. Dan terus terang saya sangat senang dengan fakta seperti ini. Karena, dengan demikian saya bisa meninggalkan Depdiknas dengan tenang dan damai nantinya,” ungkap Bambang.
Mendiknas juga menyebutkan, sekolah juga tidak boleh berdagang buku. Masyarakat boleh membeli di luar sesuai dengan refrensi buku yang dipakai sekolah.
Sebelumnya, Gubsu H Syamsul Arifin SE dalam pidato arahannya menegaskan, cita-cita Pemprovsu menjadikan siswa didik lebih mandiri setelah lulus dari bangku sekolah, salah satunya ditempuh dengan penjaminan pemerataan kesempatan pendidikan.
Kemudian meningkatkan mutu lebih baik dari sebelumnya, relevansi dan efisiensi, serta meningkatkan daya saing manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai tuntutan perubahan lokal, nasional, dan global.
“Dengan pola, sistem dan schedule seperti ini, diharapkan siswa didik tidak hanya menjadi lebih pintar, tetapi juga cerdas, pandai membaca tanda-tanda jaman, pandai mengambil kesempatan, dan bisa memprogramkan masa depannya dengan lebih baik,” ujar Gubsu.
Menurut Gubsu, pola, sistem, dan schedule yang diprogramkan pihaknya dalam upaya meningkatkan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan Sumut ke depan melalui dinas terkait, pada hakekatnya adalah mendekatkan program pendidikan kepada objek yang menjadi sasaran.
“Sebagai contoh. Misalnya kita ingin jadi petani, tentu program yang dibangun akan mendekatkan kepada pola, sistem, dan schedule kehidupan petani. Karena dengan begitu ilmu petani bisa diserap, sehingga kemandirian pada akhirnya akan muncul,” ujar Gubsu.
Di akhir paparannya Mendiknas menerima cenderamata dan ulos dari Gubsu didampingi Walikota Medan dan Kadis Pendidikan Sumut. (M3/M10/d)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: