2 Anggota Dewan Pendidikan Taput Meraih Gelar Dokter

2Tarutung – 2 anggota Dewan Pendidikan Tapanuli Utara meraih gelar Doktor dari USU Dr Meslin Silalahi MPd dan dari Unimed Dr Jumaria Sirait MPd kedua anggota Dewan Pendidikan itu bertugas di Unita Siborongborong sebagai dosen Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh. (DP)

Bupati Tapanuli Utara

Ramlan1

Gambar

Bupati Taput Lantik Guru SMK Swasta 1 HKBP Sipoholon Menjadi Pengurus Dewan Pendidikan

dewan PendidikanTarutung – Bertempat di Aula Lantai II Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara, Bupati Taput Drs Nikson Nababan melantik 11 orang Dewan Pendidikan Tapanuli Utara masa bhakti 2014-2019. Dalam arahan Bupati salah misi dan visi Pemkab Taput adalah memajukan pendidikan untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal dan terampil, untuk itu fungsi Dewan Pendidikan adalah Memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan, tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan pada tingkat Kabupaten, Tugas Dewan Pendidikan adalah Menghimpun, menganalisa dan memberikan rekomendasi kepada Bupati terhadap keluhan, saran dan kritik dan aspirasi masyarakat terhadap pendidikan dalam memajukan pendidkan di Tapanuli Utara, demikian arahan Bupati dalam acara pelantikan Dewan Pendidikan. Lagi

Bupati Tapanuli Utara

Foto1072Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan mengatakan untuk menghadapi UN TA 2014/2015 para siswa kelas III harus lebih bergiat belajar semaksimal untuk mencapai kelulusan TA 2014/2015.

Butuh Sekolah dan Butuh Kurikulum

Oleh: AKH Muzakki
Dekan FISIP dan FEBI UIN Sunan Ampel Surabaya

Daniel lalu memotret pentingnya internet. Kalimat yang penting untuk dikutip dari tulisan itu dalam kaitan ini adalah: ’’Dengan internet, belajar semakin tidak membutuhkan sekolah, apalagi kurikulum. Membentuk karakter pun hanya bisa dilakukan secara efektif dengan praktik di luar sekolah.’’

Ada nalar yang keliru dalam tulisan Daniel M. Rosyid tersebut. Pertama, dia gagal menampilkan esensi kurikulum pada naratif pendek di kolom itu. Substansi kurikulum tidak lepas dari tiga komponen dasar.

Yaitu, asumsi yang dibangun tentang pendidikan serta pendekatan konseptual-empiris-politis dalam melaksanakan asumsi dimaksud. Yang lain, kemasan yang digunakan untuk mewadahi asumsi hingga pendekatan, baik bersifat terang-terangan (overt) maupun tersembunyi( hidden), dalam tataran implementasi(Michael W. Apple, 1990: ix–x).

Bahkan, memikirkan pendidikan itu sudah menjadi bagian dari kurikulum. Meminjam ungkapan David Hamilton (1990), berpikir terus-menerus tentang pendidikan (learning about education) pada hakikatnya juga termasuk kurikulum yang tidak pernah henti (an unfinished curriculum). Lagi

Previous Older Entries